Jumat, 21 Oktober 2011

FAkta Cowok


.lelaki dimata wanita bgmna….. 
kalo cowok ganteng pendiam
cewek akan bilang : cool… banget…
kalo cowok jelek pendiam
cewek akan bilang : dasar… kuper…

kalo cowok ganteng jomblo
cewek akan bilang : pasti dia perfecksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek akan bilang : sudah jelas…kagak laku…

kalo cowok ganteng minta no HP
cewek akan bilang : 081xxxxxxxxx..aku tunggu ya..
kalo cowok jelek minta no HP
cewek akan bilang : Gua belum butuh sopir..maaf ya..

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek akan bilang : manusia g ada yang semprna
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek akan bilang : pantes…tampangnya aja kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewe’ yang diganggu preman
cewek akan bilang : wuih jantan… kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewe’ yang diganggu preman
cewek akan bilang : pasti preman itu temennya dia…

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek akan bilang : klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek akan bilang : main dukun tuch…

kalo cowok ganteng diputusin cewe’
cewek akan bilang : jangan sedih, khan masih ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewe’
cewek akan bilang : udah…cari aja yang sepadan ma lo…

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek akan bilang : emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek akan bilang : bapak lo robot ya…?

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek akan bilang : perasaannya halus, penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek akan bilang : sesama keluarga emang harus menyayangi…

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek akan bilang : matching… keren luar dalam
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek akan bilang : mas, majikannya mana..?

kalo cowok ganteng males difoto
cewek akan bilang : pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek akan bilang : nggak tega lihat hasilnya ya…?

kalo cowok ganteng foto bareng
cewek akan bilang : emang beda ma yang laen…
kalo cowok jelek foto bareng
cewek akan bilang : ini foto penampakan ya..?

kalo cowok ganteng naik motor gede
cewek akan bilang : wah kayak lorenzo lamas… bikin lemas…
kalo cowok jelek naik motor gede
cewek akan bilang : awas..!! mandragade lewat…

Kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewe’
cewek akan bilang : ini baru cowok gentleman
Kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewe’
cewek akan bilang : mas..mau kerja di rumah gua…sekalian bantu si inem..?

Kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek akan bilang : let me be shoulder to cry on
Kalo cowok jelek bersedih hati
cewek akan bilang : cengeng amat!! Laki-laki bukan sih..?

Kalo cowok ganteng yang baca :
Langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “Life is Beautiful” ( seperti itulah yg kurasakan saat ini..^^ )
Kalo cowok jelek yang baca :
Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya.. “Hidup ini Kejaamm…!!” (gimana rasanya yg baca??)

have a nice day….. ^_^

Kamis, 13 Oktober 2011

KONSEP MANAJEMEN STRATEGIK

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Dalam era globalisasi dunia sekarang ini perusahaan dituntut bersifat tanggap dan jeli, guna menjamin kontinuitas perusahaan ditengah persaingan usaha yang semakin ketat. Pada umumnya perusahaan bertujuan untuk mendapat keuntungan dengan pengorbanan tertentu, baik perusahaan yang bergerak dibidang produksi maupun jasa.
Mempertahankan kontinuitas perusahaan merupakan permasalahan intern yang dihadapi perusahaan. Kontinuitas perusahaan akan terjamin bila perusahaan mampu menghasilkan laba memadai. Oleh karena itu perlu adanya manajemen yang baik untuk mencapai laba yang optimal dan meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan dan mengelola faktor-faktor produksi seoptimal mungkin sehingga didapat hasil yang efisien dan efektif.
Perkembangan suatu perusahaan tercapai antara lain dengan terciptanya suatu informasi, semakin meningkat dan luasnya tingkat persaingan menyebabkan semakin diperlukan informasi yang lengkap untuk membantu manajemen dalam mengelola perusahaan dengan lebih efektif.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang manajer perusahaan harus mampu membuat perencanaan dan pengendalian biaya tenaga kerja, untuk pengendalian biaya, manajemen perlu menetapkan biaya standar. Pengendalian biaya tenaga kerja memerlukan patokan atau standar sebagai dasar yang dipakai sebagai tolak ukur terhadap pengendalian biaya tenaga kerja. Biaya yang dipakai sebagai tolak ukur pengendalian disebut biaya standar. Akuntansi untuk pengendalian biaya tidak hanya mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan biaya-biaya yang terjadi di masa lalu saja, tetapi meliputi pula penyajian informasi biaya taksiran atau biaya yang seharusnya terjadi untuk kegiatan-kegiatan tertentu, juga digunakan untuk membandingkan antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya masih dalam batas-batas kewajaran atau tidak.
Pengendalian biaya produksi meliputi pengendalian biaya bahan baku, biaya upah atau tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Bila pengendalian biaya produksi telah efektif, hal ini akan mempengaruhi kondisi pemasaran, sehingga produk yang dihasilkan akan mampu bersaing dengan produk lain sejenis.
Manajemen dalam menjalankan fungsinya yang menyangkut perencanaan dan pengendalian biaya produksi memerlukan suatu alat pengukur dan pola pelaksanaan antara lain dengan menggunakan biaya yang ditetapkan dimuka atau yang disebut biaya standar.
Pada umumnya pengendalian biaya produksi dilakukan dengan cara membandingkan antara biaya yang dikorbankan masih dalam batas-batas kewajaran atau tidak. Penyimpangan yang terjadi harus diketahui dengan cepat dan dianalisa agar dapat diambil tindakan seefektif mungkin, penentuan biaya standar serta analisis biaya dari fungsi akuntansi biaya adalah untuk pengendalian biaya.


BAB II
KONSEP MANAJEMEN BIAYA


A. Pengertian Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata (Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV).


B. Manfaat Manajemen Biaya
Informasi manajemen biaya merupakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola secara efektif perusahaan atau organisasi non laba. Informasi keuangan saja dapat mengakibatkan misleading karena infomasi tersebut cenderung berfokus pada jangka pendek.

C.Objek Biaya dan Pemicu Biaya
Objek biaya merupakan sesuatu atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan. Lima jenis objek biaya adalah :
1.Produk atau kelompok produk yang saling berhubungan 
2.Jasa 
3.Departemen (departemen teknik, departemen sumber daya manusia) 
4.Proyek, seperti proyek penelitian, promosi pemasaran atau usaha jasa komunitas. 

Pada umumnya, objek biaya merupakan biaya fokus analisis profitabilitas-produk mana dan jasa mana yang lebih menguntungkan? Untuk organisasi yang tidak berorientasi pada laba, objek biaya adalah jasa yang dihasilkan. Untuk objek organisasi atau perusahaan, objek biaya dapat juga berupa departemen di dalam perusahaan atau organisasi atau proyek. Jumlah total biaya untuk suatu objek biaya dipengaruhi oleh cost driver. Cost driver merupakan faktor-faktor yang mempunyai efek terhadap perubahan level biaya total untuk suatu objek biaya. Sebagai contoh, Biaya listrik dalam pabrik (objek biaya) dipengaruhi oleh jumlah jam mesin; jadi jumlah jam mesin merupakan ‘cost driver’ untuk baiya listrik. “Cost driver’ umum lainnya adalah jumlah produk yang dihasilkan, jumlah mesin yang di ‘set up’ jumlah perubahan desain yang dilakukan untu membuat suatu produk, serta jumlah promosi pemasaran dan saluran distribusi. Identifikasi dan analisis ‘cost driver’ merupakan langkah penting dalam analisis stratejik dan manajemen biaya pada suatu perusahaan. Identifikasi dan analisis cost driver tersebut merupakan dasar dalam penentuan biaya dan objek biaya secara akurat dan untuk pengendalian biaya objek biaya tersebut.


D.Lingkungan Bisnis Kontemporer 
Banyak perubahan dalam lingkungan bisnis pada tahun-tahun belakangan ini yang menyebabkan adanya modifikasi ynag signifikan dalam praktik-praktik manajemen biaya. Perubahan-perubahan utama tersebut adalah ; 
1. meningkatnya kompetisi global 
2. kecanggihan teknologi informasi dan pemanufakturan 
3. lebih memfokuskan pada pelanggan 
4. bentuk baru organisasi manajemen 
5. perubahan sosial politik dan lingkungan budaya 

meningkatnya persaingan lingkungan bisnis global mempunyai arti bahwa kebutuhan perusahaan terhadap informasi manajemen biaya semakin meningkat supaya mampu bersaing. Perusahaan membutuhkan informasi keuangan dan non keuangan tentang bagaimana melakukan bisnis dan bagaiman cara bersaing secara efektif di negara lain. 


Fokus pada Pelanggan 
Perubahan kunci dalam lingkuangan bisnis adalah meningkatnya harapan pelanggan (customer expectation) terhadap fungsionalitas dan kualitas produk. Akibatnya siklus hidup produk (product life cycle) menjadi lebih pendek, sehingga perusahaan berusaha untuk menambah model baru dan produk baru secepat mungkin, oleh karena itu, meningkatkan intensitas persaingan secara keseluruhan. 
Nilai produksi untuk pelanggan mengubah orientasi manajer dari produksi baiya rendah dan kuantitas besar ke arah kualitas, pelayanan, ketepatan waktu penyerahan dan kemamapuan untuk merespon pada harapan pelanggan terhadap model yang spesifik. Faktor keberhasilan kritis (the critical success factors) sekarang ini berorentasi pada pelanggan. Praktik-praktik manajemen biaya juga berubah; laporan manajemen biaya sekarang ini memasukkan pula ukuran tentang preferensi pelanggan dan kepuasan pelanggan.


TEKNIK MANAJEMEN KONTEMPORER 
Benchmarking 
Merupakan proses dimana perusahaan mengidentifikasikan faktor keberhasilan kritis (critical success factors), mempelajari tentang praktik-praktik terbaik yang pernah dilakukan oleh perusahan lain (atau unit lain di dalam perushaan) dan kemudian mengimplementasikan perbaikan-perbaikan dalam proses perusahaan untuk mencapai kineja yang sama dengan para pesaingnya. 

Manajemen Kualitas Toal 
Merupakan teknik di mana manjemen mengembangkan kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik untuk meyakinkan bahwa produk dan jasa perusahaan memenuhi harapan pelanggan. Pendekatan ini meliputi peningkatan fungsionalitas produk (functionality), kehandalan (realibility), ketahanan (durability) dan kemudhan produk untuk diperbaiki (servicebility). Hal penting yang perlu diperhatikan adalah menyadari bahwa kualita s dalam konsep TQM merupakan konsep yag luas, lebih luas dibandingkan dengan kualitas menurut konsep yang luas, leibh luas dibandingkan dengan kualitas menurut konsep konvensional, yang hanya dianggap sebagai ukuran kehandalan (reliability). Manajemen biaya digunakan untuk menganalisis konsekuensi biaya dari berbagai pilihan desain untuk TQM dan untuk mengukur dan melaporkan berbagai aspek kualitas, termasuk di dalamnya misalnya kegagalan produksi dan cacat produksi, pemborosan bahan dan tenaga kerja, jumlah permintaan untuk perbaikan dan sifat keluhan dari pelanggan, biaya jaminan dan pengembalian produk. 

Continous Improvement (dalam bahasa jepang disebut kaizen) 
Merupakan teknik manajemen dimana para manajer dan pekerja setuju terhadap program ‘continous improvment’ dalam hal kualitas dan faktor keberhasilan kritis. 
Activity Based Costing dan Activity Based Management 
Activity based costing (ABC) digunakan untk meningkatkan akurasi analisis biaya dengan memperbaiki cara penelusuran biaya ke objek biaya. ABC digunakan untuk berbagai objek biaya yang berbeda-beda, yaitu produk secara individu, kelompok produk yang saling berhubungan dan pelangan secara individual. Activity based management (ABM) menggunakan analisis aktivitas untuk meningkatkan pengendalian operasional dan pengembalian manajemen. Meskipun pada beberapa waktu yang lalau ABC dan ABM telah diterapkan, tetapi baru pada akhir-akhir ini ABC dan ABM diterapkan secara luas. Teknik ini terutama bermanfaat jika operasi perusahaan bersifat kompleks dengan jenis produk banyak dan proses pemanukfakturan atau tahap-tahap dalam penyediaan jasa banyak / komplek. 

Reengineering 
Merupakan proses untuk mencipatkaan keunggulan kmpetitif di mana perusahaan mengorganisasikan kembali fungsi organisasi dan manajemennya, seringkali juga menghasilkan pesanan/pekerjaan yang sudah dimodifikasi, digabungkan atau dihilangkan. Reengineering didefinisikan sebagai pemikiran ulang dan perancangan kembali proses bisnis untuk mencapai perbaikan besar-besaran dalam hal ukuran kinerja yang kritis dan kontemporer, seprti biaya, kualitas, jasa dan kecepatan. 

The Theory of Constraint 
Merupakan teknik stratejik untuk membantu perusahaan secara efektif meningkatkan faktor keberhasilan kritis yang sangat penting – waktu siklus, yaitu lamanya bahan diubah menjadi produk selesai / produk jadi. Konsep kunci dalam TOC adalah thoughtput, kemampuan perusahan untuk menghasilkan kas melalui penjualan atau sama dengan penjualan dikurangi bahan yang dibutuhkan dalam produk yang terjual. Thoughput dapat diperbaiki secara langsung dengan meningkatkan kecepatan produk diproses sampai dengan dijual. 

Dalam pasar global yang kompetitif, kemampuan untuk mempunyai thougput lebih cepat merupakan fator sukses kritis. Banyak manajer mengungkapkan bahwa fokus pada kecepatan dalam pendekatan TOC merupakan hal yang sangat penting. Mereka menilai bahwa kecepatan terpenting yang perlu diperhatikan adalah kecepatan untuk pengembangan produk, pengiriman produk dan proses pemanufakturan/produksi. Pesaing global mendapati bahwa harapan pelanggan terhadap kecepatan pengembangan produk dan ketepatan waktu pengiriman semakin tinggi. Banyak perusahan yang pesanannnya dilkakukan melalui surat, termasuk penjual produk-produk komputer, pakaian dan barang-barang konsumsi lainnya menganggap membuktikan bahwa janji tentang pengiriman yang tepat waktu kadang-kadang merupakan satu-satunya cara untuk menjual produk. Sejak persaingan semakin tajam perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk menyediakan produk dan jasa dengan kualitas yang istimewa. 

Mass customization 
Proses pemasaran dan produksi yang dirancang untuk dapat menangani peningkatan variasi yang timbul dari jenis bisnis seperti ini. Desain ulang ini meliputi produksi produk dalam jumlah yang besar tetapi sedikit proses dan terutama merancang fungsi pemasaran dan distribusi. Mass customization dapat menjadi cara yang efektif bagi perusahan untuk bersaing dalam industri di mana harapan pelanggan terhadap harga dan kualitas yang pantas bisa dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan manufaktur yang sudah ada, dan perusahaan harus membedakan diri dengan cara menyediakan jasa yang sama secara lebih cepat. Pertumbuhan mass customization, dapat mengindikasikan pula pada peningkatan perhatian untuk memuaskan pelanggan. 

Target Costing 
Merupakan alat yang secar langsung muncul dari adanya persaingan pasar yang ketata dalam banyak industri. Target costing menentukan biaya yang diharapkan untuk suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk tersebut akan dapat memperoleh laba yang diharapkan. Jadi biaya ditentukan oleh harga. Perusahaan yang menggunakan target costing harus sering mengadopsi ukuran-ukuran penurunan biaya yang ketat atau merancang ulang produk atau proses produksi supaya dapat memenuhi harga yang ditentukan pasar dan tetap dapat memperoleh laba. 
Target Cost = harga yang ditentukan pasar – laba yang diharapkan 

Life Cycle Costing 
Merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengindentifikasikan dan memonitor biaya produk selama siklus hidup produk. Siklus hidup meliputi semua tahap dari perancangan produk dan pembelian bahan sampai pada pengiriman dan pelayanan produk jadi. Tahap-tahap meliputi ; 
1. Riset dan pengembangan 
2. Perancangan produk termasuk membuat prototipe, melakukan target costing, dan pengujian 
3. Produksi/pembuatan, inspeksi, pengepakan dan penggudangan 
4. Pemasaran, promosi dan distribusi 
5. Penjualan dan pelayanan 

The Balanced Scorecard 
Untuk menekankan pada pentingnya penggunaan informasi stratejik, baik yang bersifat keuangan maupun nonkeuangan, sekarang ini sering kali akuntansi melaporkan kinerja perusahaan berdasarkan faktor-faktor keberhasilan kritis dalam empat dimensi. Satu dimensi merupakan dimensi keuangan, sedangkan tiga lainnya merupakan dimensi nonkeuangan. 
1. Kinerja keuangan, mengukur profitabilitas dan market value diantar perusahaan-perusahaan lain, sebagai indikator seberapa baik perusahaan memuaskan pemilik dan pemegang saham 
2. Kepuasan pelanggan, mengukur kualitas, pelayanan dan rendahnya biaya dibandingkan dengan peusahaan-perusahaan lainnya, sebagai indikator seberapa baik perusahaan memuaskan pelanggan 
3. Proses bisnis internal, mengukur efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam memproduksi produk dan jasa 
4. Inovasi dan pembelajaran, mengukur kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia sehingga tujuan stratejik perusahaan dapat tercapai untuk waktu sekarang dan masa yang akan datang. 

Laporan akuntansi berdasarkan empat dimensi yang disebut dengan balance socr, konsep dari balance score merebut kekuatan yang luas, keuangan dan nonkeuangan, dari semua faktor yang menyumbangkan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan stratejik. Balance scorecard menyediakan basis analisis lebih lengkap dari pada hanya menggunakan data keuangan saja. Oleh karena itu, penggunaan balaced score merupakan unsur kritis dari semua pendekatan yang menjadikan perusahan bersaing kompetitif. 

LINGKUNGAN PROFESIONAL PADA MANAJEMEN BIAYA 
Organisasi Profesional 
Lingkungan profesional akuntan manajemen dipengaruhi oleh dua jenis organisasi-yaitu seperangkat pedoman dan peraturan yang berhubnang dengan praktik-praktik akuntasi manajemen, dan hal-hal lan yang dapat meningkatkan profesionalisme dna kompetensi akuntan manajemen. 
Kelompok pertama, meliputi sejumlah lembaga-lembaga pemerintah federal, seperti internal revenue service, yang menyusun pedoman penentuan harga pokok produk untuk tujuan perpajakan, dan the federal trade commission, yang bertujuan untuk membantu pengembangan praktik-praktik yang kompetitif dan melindungi terhadap perdagangan profesi, membatasi tarip traktik profesi dan memberi persyaratan bahwa tarip harus ditentukan berdasarkan biaya, the federal trade commission juga mensyaratkan adanya jalur pelaporan bisnis. Selanjutnya the securities and exchange commission memberikan pedoman dan peraturan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan; hal ini secara langsung memberikan cara bagi akuntan manajemen untuk menentukan biaya produk/harga pokok produk.